“Bu, haruskah kita..”
Sebelum aku menyelesaikan ucapanku, telunjuk Bu Eni sudah menempel di bibirku, seakan menyuruhku untuk diam. Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya kuketahui bahwa Bu Eni selama ini banyak dikecewakan oleh laki-laki yang dicintainya. Vidio Sex Kedua tangan Bu Eni mengelus-elus dadaku yang bidang. Serta-merta aku segera membuka celana dalamku, dan melemparkannya ke samping. Dikejar-kejar waktu, pesan orang tua, dosen wanita yang killer. Apalagi aku juga memiliki 3 orang adik yang nantinya juga akan kuliah seperti aku, sehingga perlu biaya juga. Selain tinggi badan seukuran orang-orang bule, kata temanku wajahku lumayan. Yogi.. Mereka bilang aku hitam manis. Setelah bosan, laki-laki itu meninggalkan Bu Eni. “Oke-oke..,” kataku singkat sambil berdiri, menghabiskan sisa es teh terakhir, kubuang rokok yang tersisa sedikit, kuambil permen dalam saku, kutarik dalam-dalam nafasku.




















