“Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Aku cuma bisa tersenyum bangga. Bokep Family Bosku ini bener-bener cantik, maklum mantan peragawati. Kutau itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga. Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang “Ahh..”. kita ngobrol-ngobrol kamu mau pesen makanan apa?”, kata Bu Melly sambil menarik tangan membawaku ke kursi. “Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya.. Aku terhenyak diam, terpaku. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. “Ahh kamu Ndy bisa aja, emangnya aku masih cantik”, jawab Bu Melly dengan pipi memerah. Aku berpikir, bego banget suaminya tidak menyentuh wanita secantik Bu Melly.













