Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. Bokep Indo Aku juga seperti dia.Seperti Jay. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku. “Ach,” erangku. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Kuangkat telapak tangan di mataku, menariknya ke depan sehingga pipi gadis itu menyentuh pipiku. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. “Ray, kamu tahu?”
“Apa?”
“Masalah Jay. Setan, umpatku dalam hati. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. “Masalah apa?” tanya Ray. Gadis yang satu ini sangat unik. Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku.




















