Terganggu wanita muda yang di ruang sebelah yang kadang-kadang tanpa tujuan jelas bolak-balik ke ruang pijat.Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Bokep Barat Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Keberuntungankah? Dari iramanya bukan sedang berjalan. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokan depan, kurang lebih 100 meter lagi. “Ya itu.”Ya ampun, aku membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas ranjang yang putih. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Ia tersenyum. Tangannya halus. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Lalu ngomong apa?




















