Dengan malu-malu Risya mengiyakan ajakanku.Kami kemudian makan disebuah resto makanan laut didekat kompleks. Kenapa kok senang”.“Sebab aku mengagumi keindahan mbak Risya, juga selera pakaian dalam mbak” aku berterus terang .Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan gak ada jarak lagi diantara kita. Bokep Mama Mungkin karena dia terlalu sibuk dengan urusan kantornya,karena istriku baru saja diangkat sebagai manajer diperusahan tempatnya bekerja. “Ooowwh..Emang suami kapan pulangnya mbak??” tanyaku lagi. Kemarin-kemarin aku masih merasa bermimpi jika bisa membelai dan meremas-remas tubuh Risya, tapi sekarang perempuan ini justru yang menantangku.“Mas Erik mau mandi dulu?? Hal itulah yang membuat tekatku lebih bulat untuk menjadikan Risya sebagai pelarianku. Betapa bahagianya Risya dengan bantuanku itu, dia semakin sayang padaku dan berjanji akan melayaniku jauh lebih memuaskan dibanding pelayanan kepada suaminya.Dari kejadian tersebut aku semakin menyadari kebenaran pepatah yaitu “Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau” atau bisa diganti dengan “Memek istri tetangga selalu terasa




















