Saya kaget.“Ya, mengganggu kalau tidak dilepas,” katanya pula.Tanpa menunggu persetujuan saya, Par Bambang menggeser bagian atasnya. Bokep SMA Iwan namanya. Kakinya menegang. Tulang-tulang terasa mengejang. Memang tidak setiap malam. Dua orang anaknya sudah berumah tangga, sedangkan yang bungsu sekolah di Bandung. Di atas ranjang kayu itu saya disuruh berbaring.“Maaf ya,” katanya ketika tangannya mulai menekan perut saya.Terasa sekali jari-jari tangan yang kasar dan keras itu di perut saya. Jendela kecil di samping ranjang tidak terbuka. Sudah dijual si penodong.Saat mau pulang, saya hampir bertabrakan dengan Pak Bambang di koridor kantor Polsek itu. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Setelah menjemput saya di kantor, kami pun pergi ke rumah pria gemuk itu. Matanya tampak berkilau.“Oh ya. Saat saya berbalik, saya lihat penis Pak Bambang itu. Sementara, suami saya juga ganteng. Belum tampak tanda-tanda itunya akan ‘menembak’.




















