Kamipun segera turun ke bawah untuk mencari makanan. Bokep Cina Luar biasa memang,” kataku lagi.Kami tidur berpelukan sampai pagi dan paginya kuantarkan dia ke Ciawi. Akh.. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya?” kataku dengan nada setengah memaksa. Ouhh,” Ia gelagapan membalas seranganku.Kulepaskan seranganku sebentar karena aku merasa jalan tol sudah terbuka di depanku, sekarang tinggal tunggu saat yang tepat saja untuk memacu mobilku. Kubayangkan Della yang tidur sendirian di kamar sebelah. Kucoba untuk memejamkan mata, tetapi tidak bisa. Kacamata tipis, mungkin minus satu atau paling banter minus dua bertengger di hidungnya yang bagus.Kubaca Matra Edisi Khusus yang kubeli di book store. To.. Aku hampir.. Kucoba lagi, kali ini bibirku mendarat pas pada bibirnya.




















