“Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Bokep Rusia Kali ini bukan hanya mengecup, tapi dia melumat dan mengulumnya dengan penuh gairah. Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Linda melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tidak percaya kalau aku sama sekali tidak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja…?” tanya Linda merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Tapi tidak…, Linda tidak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yang begitu indah dan manis sekali. Tapi memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Tapi aku masih tetap diam, tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dan sikapku tetap dingin meskipun Linda sudah melingkarkan tangannya ke leherku. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis. Katanya cuma mau merayakannya sama kamu”, kata Tante Maya Iangsung memberitahu. Sesaat aku tersentak kaget, tidak menyangka kalau Linda akan seberani itu. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi.




















