Duren berdiri melepas semua baju & celananya sendiri, lalu tangannya beralih dengan cepat memelorotkan celana pendekku tanpa sempat kucegah.“Ren! Bokep Colmek saya sendiri tak memikirkan akan kemungkinan yang bisa terjadi. Mendingan hidupku yang sekarang, duduk di office yang nyaman & bekerja menurut jadwalku sendiri. Tetapi menjelang sore, ruang dapur, beberapa ruang duduk, ruang tamu, bahkan di lorong-lorong yang tak tersedia kursi pun menjadi semarak. (dan.. Kenal juga baru-baru ini. saya memang sudah berniat meninggalkannya. ia terlatih untuk memanfaatkan banyak hal dalam segala ketidakmampuannya, terutama di saat-saat Papa “kurang” bertanggung jawab.Dia telah mampu me-manage beberapa unit di belakang rumah kami & memutarnya menjadi daerah kost, yang sekarang jumlah kamarnya ada dua puluh buah, semuanya senantiasa terisi. Ternyata ia memang tak bisa tidur.“Engga usah Khris, nanti kamu kepanasan.”Aku memang benci kepanasan, dimana-mana saya selalu menyalakan AC.“Tidurnya enggak nyaman ya?”“Nggak papa kok.”Setelah kupikir-pikir, akhirnya saya menawarkan ia untuk tidur di sisiku.










