“Dasar si tua tak tahu diri” gerutuku sepeninggal beliau.Kuhabiskan setengah harian di kamar tanpa keluar, menunggu kedatangan Pak Usman nanti sore, makan siang kupesan dari Room Service. Orang suruhan GM-pun tak pernah nongol atau menelpon, akupun berangkat sendiri ke Cengkareng tanpa ada orang lagi yang memperhatikan seperti kemarin, apalagi tiket pulang pergi masih ditangan, jadi bukanlah masalah besar bagiku. Bokep Barat “Siang, betul saya sendiri, ini siapa?” tanyaku balik, padahal hanya GM dan tamuku saja yang tahu keberadaanku. Beliau membalas dengan sedotan kuat pada putingku bergantian. “Pak kita di lobby, kalau ada apa apa just call me” katanya pada Pak Usman lalu mereka meninggalkanku berdua.Aku maklum, sebagai seorang Menteri tentu acaranya sangat padat tapi masih sempat juga dia meluangkan waktu untuk kesenangan dunia yang satu ini.Kami mengobrol ringan, biasa sekedar menghilangkan kekakuan pada orang yang pertama kali bertemu.




















