Target sudah ditemukan tanpa kurang sesuatu apapun… Laporan selesai…!’.Lalu segera mereka berlalu menghilang cepat dengan kendaraan mobilnya. Bokeb Dartowan puas telah menyalurkan tuntas gejolak birahi yang sempat mengganggunya, sedangkan bi Nurasih memang kecapean dari perjalanan siang sampai sore tadi.***Sekarang hari Selasa, masih pagi buta. Kemana pa?!”, tanya Desrita pura-pura tidak tahu… apa yang dimaksud ayahnya itu.“Tuhhh…! “Jadi benar kan… Ningsih adalah adikku sendiri?”, tanya Dartowan dengan tajam.Cepat bi Nurasih membantahnya, “Tidak-tidak… ngaco kamu… Darto, itu tidak benar samasekali… tahu dari mana kamu…?!”.Dengan lembut Dartowan berkata, “Dengar dari mulut bibi sendiri… yang memberi petunjuk kearah itu. Dia tidak perlu khawatir berhubungan badan dengan Derlina, karena mantan isterinya itu telah memasang IUD (spiral KB) sedangkan Dartowan memang tidak suka memakai kondom untuk ber-ML. Bapak sama anak sama saja tingkahnya…!”, desah bi Nurasih tanpa sadar.Begitu mendengar kata ‘Bapak’ terlontar keluar dari mulut bi Nurasih, Dartowan langsung menghentikan aksinya seketika dan




















