“entar baru nyambung lagi..yah” pintaku
“iya, tapi jangan lama-lama” jawab Nadia,
Ida hanya terbaring di tempat tidur, kututupi tubuhnya dengan selimut. Seperti orang bodoh, kedua buah dadanya hanya kuperhatikan tanpa berbuat apa-apa. Bokep Thailand Tetapi apa yang terjadi, ida malah menggoyangkan pinggulnya“sakit?’ tanyaku pelan“udah nggak kok,…perih aja tadi, banget…” jawabnya
“mau diterusin?” tanyaku lagi
“iya..” jawab ida manjaPerlahan mulai ku maju mundurkan pinggulku, makin lama makin cepat. Di kamar Nadia sudah berada di atas tempat tidur, kakinya yang jenjang dan putih membuat suasana hatiku tak-karuan. Cairan yang keluar dari vagina Nadia bercampur sedikit dengan darah.“da..sorry tadi gue keluarin di dalem..”ujarku
“nggak apa-apa kali,..kalo nanti gue bunting,,bapaknya ni anak kan elo” jawab ida.Hanya bisa tertawa, kami berdua tertawa sejadi-jadinya melihat perbuatan kami tadi. Nadia tertawa lepas sambil memandangiku.“nah, bibir lo udah nggak perjaka lagi.,, sapa dulu dong gurunya.” Ujar Nadia sambil menepuk dadanya“gila juga lo ya,..




















