Gila. Bokep India Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu.




















