Bramanto tampak agak ragu tapi dia menuruti perintahku dan duduk di kursi di depan mejaku. Bokep Cina Nada suaranya terdengar mulai rileks dan lebih enteng. “Sudah yang jelas masalah ini biar aku saja yang ngomong ke Ibu Diana.. Segenarnya sih nggak juga.. Aku dan Hendra kemudian terlibat perbincangan (lebih tepatnya pergunjingan) seru tentang kejadian yang sama sekali tidak disangka tadi (bagi Hendra mungkin sudah disangka karena mereka memang niat mau ngintip). Ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal.. Nggak taunya ibu Diana dan Mbak Nina itu..” katanya tanpa melanjutkan kalimatnya. Tampak Bramanto terdiam kembali terlihat jakunnya naik turun dan nafasnya menjadi berat pertanda gairahnya memuncak.Kini kedua matanya menatap-ku dengan tatapan yang sama sekali tidak kusukai. “Eh masalah tadii itu bu..




















