Dalam perjalanan pulang kami sempat membeli makanan untuk makan malam kami. Kami berbincang bincang mengenai hal privat kami, dan anehnya aku merasa dekat sekali dengan dia. Bokeb Dengan tertawa aku berkata bahwa aku tidak marah, karena tidak ada alasan untuk itu.Tetapi aku tidak memberikan langsung nomor teleponku, aku hanya memberitahu bahwa aku bekerja di salah satu stand di salah satu hall. Dari situ akhirnya aku tahu bahwa dia seorang atasan di sebuah kantor di Taiwan dan 3 orang temannya adalah bawahannya. Sebelumnya aku menyodorkan kondom yang tersedia di rak hotel, aku tidak mau menanggung resiko.Dia pun segera memakainya dan kemudian mengangkat kedua pahaku ke bahunya, dia pun memulai ngesek. Andre menarik kepalaku ke dadanya, sambil mengeringkan air mataku.




















