Setelah beberapa saat menggelepar dan meregang menikmati orgasmenya, Surti berhasil menguasai diri, lalu mendesah dengan suara letih, “Aduuh.., gila kamu, Yang.., bikin aku ketagihan”Bari tertawa kecil sambil menggigit dagu istrinya tercinta, “Ini mau protes atau mau bilang terima kasih?”, tanyanya. Bokep Tante Surtipun sudah mengerang-erang semakin keras dan menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Itu bagian paling sensitif yang dengan cepat membuat Surti mengerang dan semakin merenggangkan pahanya. Surti tertawa. “Sering-sering, deh, begitu..”, kata Surti sambil melirik nakal.“Nanti kamu kewalahan, lho!” kata Bari sambil mencubit hidung istrinya. Ingin rasanya Bari bangkit dan menarik daster itu. Tetap dengan gerak lambat namun mantap. Surti mengangkat kedua kakinya, memeluk pinggang suaminya erat-erat, mengunci tubuh yang juga sudah berkeringat itu kuat-kuat. Bukan bulan purnama, bukan bulan mati. Baru kali ini, ia bisa betul-betul menikmati pemandangan tubuh istrinya, padahal sudah seringkali mereka bercumbu bertelanjang bulat. Surti tertawa kecil di tengah nafasnya yang memburu, “Boleh gerak,




















