“Hmmmmm… Yummy. Bokep Ojol Sembari membakar sebatang rokok, aku berpikir tentang kejadian yang barusan terjadi. Bahkan kali ini ia lebih menyeramkan dari mak lampir.CIIAAT!!PLETAK!!BAAG!!BUUG!!BAAK!!KO!! Ayo masuk kelas!” serunya tegas.“Aku ngopi dulu bentar ya.” mohonku sambil menatap wajah manisnya. Yeah.. Hiksss… Jangan marah lagi.”“Iya aku gak marah. Kopiku aja barusan dateng.” sahutku cepat.“Aku boleh duduk disini?” tanya Nina sembari menatapku.“Emang. Sialnya aku tidak bisa melawan. “Lagian mau tau aja sih urusan perempuan. Pandangan matanya seolah menyiratkan suatu pandangan yang tidak percaya, sehingga membuatku mengernyitkan dahiku. Wanita itu berambut panjang dan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Lima menit……. PART I“Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian.




















