Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Persetubuhan pertamaku. Bokeb Tapi tidak ada. Alunan instrumen membuatku terlena beberapa saat kemudian.“Kamu terangsang,” ia berbisik tiba-tiba. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. Ia tertawa. Setelah itu keheningan kembali di antara kami. Hey, seleramu lembut juga. Mungkin aku sedang bermimpi, saat kudengar ia bersenandung seolah menidurkanku. Saat itu wajahku begitu dekat dengannya, hingga bisa kucium aroma cologne dari lehernya. “Wah,” kataku, “aku tak bisa dansa.”
Ia mengangkat tubuhnya dan tersenyum. Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Kubungkukkan punggungku, meraih puting buah dadanya dengan bibirku. “My God,” desahku tanpa sadar.




















