seorang tetanggaku berteriak mengejek: “entek nasibmu (habis nasibmu) Dar! aku semakin bingung: “yang apa to mas? Bokep Korea Kuelus rambutnya yang sekarang tampak awut-awutan. Aku mengangguk-angguk: “anak baik. Kubaringkan tubuh bugil yang sudah lemas itu, dan dengan hati-hati kulebarkan kakinya. Di sana aku melihat seorang gadis dengan memakai T shirt putih dan rok warna coklat duduk di bangku. Kamu sudah merasa enakan sekarang?” dia mengangguk: “i..iya Mbah.. Suminem hanya mengangguk saja, matanya tetap terpejam. Kataku sambil membimbingnya duduk di meja praktekku. Walah, aku hampir ketawa mendengarnya. Ada masalah apa nduk?” aku sekarang duduk di kursi di depannya, dibatasi meja yang penuh segala pernik perdukunan. Aku kemudian menunduk ke bawah, mulutku berkomat-kamit (sebenarnya aku tidak membaca mantera, cuma mengitung satu tambah satu dua, dua taMbah dua empat dan seterusnya dengan cepat).




















