Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. XNXX Jepang Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. “Erriik!! Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi.




















