Genjotan kontolku semakin kupercepat sampai-sampai peraduan paha kami menimbulkan suara cukup besar. “Ayolah, mari kita coba mulai” katanya terburu-buru sambil membuka CD-ku dalam keadaan aku tetap terlentang. Bokep oohh.. Tubuh kami seolah melengket pakai lem tanpa ada perasaan malu sedikit pun dari penumpang lainnya. Pekerjaan, keuangan dan penampilan, bahkan usia, kami telah sepakat untuk tidak mempersoalkannya. Ternyata tidak sia-sia, hanya dalam beberapa menit saja, kontol saya mulai terasa mengeras kembali, apalagi setelah dipegang-pegang oleh Tika.“Yuk, kita mulai lagi” kataku sambil tersenyum pada Tika. Kurasakan kontolku masuk menyelusup ke dalam memeknya Tika tanpa suatu kesulitan yang berarti hingga seluruhnya amblas. Sayapun mengerti maksudnya. Walaupun sedikit ragu, tapi keyakinanku lebih besar mencurigai kalau wanita itu adalah Tika yang sejak tadi aku tunggu, aku cari dan aku idam-idamkan selama ini.




















