Suminem menjawab dengan malas, seperti orang setengah sadar: “dihisep dulu Mbah? bangun!” suara yang sayup-sayup tadi kini menjadi semakin jelas seiring dengan meningkatnya kesadaranku. Vidio Porno masih kecil banget, tetapi bagaimana kok tubuhnya sudah demikian bongsor, dadanya sudah demikian besar..Aku menelan ludah: “bocah cilik begini kok beraninya malam-malam datang ke sini. Suminem tampak sangat bingung, hampir semenit dia berdiri terpaku dengan berkata apapun. Dan dengan cepat ia membuka kaos T-shirtnya, meletakkan di kursi. Hingga suatu hari..“Pak Kasno tiba-tiba mendatangi saya, mbah” katanya. Setiap hari paling sedikit sepuluh orang antre di rumahku, dari siang sampai malam. Dia tampak bingung sehingga harus kubantu. Karena masih berhubungan keluarga, ia sering juga datang dan menginap di rumahku ketika dia lagi “buka praktek” di kotaku. Segera aku bertindak.“KASNO KEPARAT!” teriakku tiba-tiba. Goyanganku juga kuusahakan seteratur mungkin, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Tetapi setiap mbah Narto menanyakan “apa kamu sudah ketemu jin




















