Mereka bertiga lalu tertawa-tawa. Bokep SMA “Cie…”, tangis Meiling sambil menutup kedua mata dengan tangannya. Sampeyan lak jek joko. Soleh dan Rahmat memandang Meiling dengan tegang, begitu juga dengan Didik. Didik hanya menyeringai sambil berkata,
“Aku lak wis ngomong toh, leh. Kedua bersaudara itu saling berpandangan sesaat. Ada pelanggan yang siap membayarnya nanti malam.Setelah berapa lama dia tertidur, Meli sedikit tersadar. Rumahnya kalau dibilang besar juga nggak, namun dibilang kecil juga nggak. “Jangan jadi pelacur kayak cie cie kamu. Pengen nyoba katanya.”, sahut Didik. Setelah kesadarannya pulih, dia lalu membuka matanya. Nafasnya semakin memburu.“Mbak, buka baju donk.”, pinta Rahmat yang lalu disoraki oleh kedua temannya yang sedang asyik mengamati mereka. Jok meneng wae…”, kata Didik sambil terengah-engah. Mali diam saja walau didalam hati dia merasa sebal. Hehehe… Begitu melihat Meli naek, ketiga lelaki itu langsung berdiri dan menyapa dengan ramah. “Ups. Biarin aja. Meiling menggeleng dengan lemah.




















