Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu khawatir dengan salah satu orang yang kuakungi ini. Bokeb Egosi dan merugikan banyak orang. Bagaimana bisa aku melupakannya? Dan aku merasa tidak bertepuk sebelah tangan. mau ya, aku tahu kamu sebenarnya mau. kekasih deng dong! Aku melayang ke awing-awang. Kecurigaanku berpusar bangkitkan waspada. Pernahkah mereka berfikir bahwa kita hidup bersama manusia lain yang harus menghirup oksigen bersih? Aku tahu koq kalau kamu juga sayang aku dari pertama kali kamu lihat aku. Beberapa orang melihat ke arahku, aku sadar dan jadi salah tingkah. Aku jatruh iba, tapi timbul curiga. Tapi setelah mengalami kejadian ini, aku percaya semua itu bias terjadi di tanah kelahiran kita. Sementara angin terus menghembuskan nafasnya menyusup ke sela-sela jaketku hingga menusuk ke sumsum tulang.




















