Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Sex Bokep Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi.“Hey Maria, Erik itu ganteng banget ya? Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku.










