Ayokk dah lapar nih, ke kantin yukk, nelpon aja..”“Hehe, maaf teh.. ia juga teh.. Bokep Cina Makasih yah.” ucap Denny sambil menyerahkan dalamenku.Aku tak menjawabnya hanya meraih dalemanku kemudian tanpa memakainya aku menurunkan rokku yang tadi disingkap Denny hingga pinggul ku. Wajahnya seloah melukiskan banyak tanya… Namun ia kembali tersenyum sesaat.“Tunggu bentar den.. Jangan muna dehhh.” ucapnya sambil masuk dalam mobil, aku lalu reflek memundurkan tubuhku karena posisi Denny mendekat dan mendesakku mundur.Nampaknya ini yang ia inginkan karena setelah itu ia menutup bagasi mobil dengan sebuah tombol dan otomatis secara perlahan pintu bagasi tertutup. Bentar.. Wajahku berusaha untuk melihat kearah dalam lagi namun tubuhku berhenti seolah hanya mengijinkan wajahku untuk masuk.Dan apa yang aku lihat sunggu di luar dugaan, dan ini menjelaskan asal muasal suara aneh yang sekarang semakin jelas di telingaku.




















