Kumasukan kepalaku ke dalam pangkal paha Lala, seperti tahu (apa karena sudah lemas kali yaa?) posisi yang nyaman buat dia, kakinya yang jenjang ditekuk mengikuti bentuk punggungku. “Waduh gawat neh!” setelah aku sama Lala sadar kalau ternyata kami kelupaan sesuatu (apa coba? Bokep HD Edan, lagi-lagi si Lala seperti burung yang lepas dari sangkar saja kembali teriak-teriak keenakan merasakan sodokan si kecil-ku yang makin aku bikin kencangan lagi. Kutahan sebentar laju kemaluanku tapi semakin enak juga aku merasakan empotan si sempit Lala yang berdenyut-denyut akibat reaksi tubuhnya yang terus meronta-ronta tertahan. Tubuhnya tetap dalam gendonganku dan seperti tahu critical situation itu Lala pun berusaha menahan teriakannya (dia kan teriaknya kenceng banget) dengan menggigit bahuku kuat-kuat sampai keluar darah segar dari bahuku (bahuku memang masih perawan kali yah) Perih sekali!”Beruntung deh body Escudo ini tetap kokoh tidak goyang-goyang meski di samping kanannya itu lagi ada orang goyang-goyangan (buat Indomobil




















