Tanpa basa-basi, Dewi naik ke pahaku. Bokep Dewi berusaha mencengkram sofa menerima tusukkan ku, sambil berdesah kencang dan matanya juga merem melek,“Ohhhh… Terus… Genjot terus mas, jangan stop. Dewi yang nafasnya masih memburu menoleh kebelakang dengan tatapan sayu dan pasrah. Dia tiba-tiba berbisik kepadaku,“Mas Handoko, sepertinya ada yang mas suka yah dari tadi?” aku pun tertawa mendengar itu dan menjawab sambil bergurau,“Bapak Udin tau saja.” Kita berdua tertawa dan aku mengaku bahwa aku memang tertarik dengan Dewi. Mereka pun diperkenalkan sebagai para penyanyi yang akan berpentas nanti. Tak lama, mereka pun keluar dari kediaman dan kita kembali berbincang-bincang lagi untuk membahas rencana pentas nanti dengan paman aku.Selesai nya makan malam, kira-kira jam 8, aku pun mulai berjalan ke tempat acara dangdut ini akan berpentas.




















