Baru pada saat malam harinya, seorang petugas datang dan menutup mata Catrine dengan kain yg terikat di kepalanya. Sepertinya memang dirancang untuk penyiksaan seperti itu.Sesaat terdengar seperti ada mesin yg mulai bekerja, saat itu juga Catrine kembali menjerit dan mendesah-desah perlahan saat pompa tersebut mulai memompa cairan yg ada didalamnya sampai masuk kedalam anus Catrine. Bokeb Catrine menggeliat kuat namun dia tdk mampu menahan laju cairan tersebut yg deras masuk ke lubang anusnya sampai perutnya terasa hampir penuh, pompa tersebut berhenti, dan saat pompa itu bersuara lagi, ternyata pompa tersebut menyedot cairan yg sebelumnya dimasukkan ke anus Catrine kembali ke pompa itu.Begitu seterusnya sehingga Catrine merasa lubang anusnya dan seisi perutnya terkocok-kocok terus menerus. Proses tersebut terjadi semakin cepat sampai pada satu titik dimana tdk ada jeda sama sekali saat cairan tersebut masuk dan keluar dari anus Catrine.Dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba Catrine merasakan ada tangan yg




















