Diapun nampak bergetaran dan suaranya agak parau.Kemudian saya beranjak, berdiri dan menarik tangan bu Ita yang supaya ikut berdiri. Bokeb Singkat, cepat dan mengalir begitu saja, namun membawa kenikmatan yang menghebohkan.Betapa aku bisa merasakan kehangatan tubuh bu Ita secara utuh, orang yang selama ini menjadi majikanku. Dalam kondisi begini, jelas aku susah tidur.Udara terasa dingin, saya mendekapnya makin kencang. Darahku semakin mendidih, melihat pemandangan nan indah itu.Di saat saya masih bengong, pelan-pelan aku melorot cedeku, saya dan bu Ita sama-sama tak berpakaian. Menyaksikan rona wajah bu Ita yang memerah jambu, kepasrahannya dalam ketelanjangannya, menunjukkan kedagaan seorang wanita yang mebutuhkan belaian dan kehangatan seorang pria.Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, si kumbang muda makin sering mendatangi bunga untuk mengisap madu. “Ya, Bu dingin sekali”, jawabku.Terasa dingin, sementara tangannya juga merangkul pinggangku.




















