Entah karena sedih atau bahagia, tapi yang jelas air mata itu terasa hangat. “Itulah Kak nasib buruk yang menimpaku. Bokep Tak lama setelah kuketahui bahwa kamu telah beristri, akupun frustrasi dan bergaul dengan banyak lelaki. Sekarang kita lupakan saja semua itu, kita memikirkan dan menikmati pertemuan kita ini”.“Kak, aku sangat merindukanmu. Kenapa tidak langsung ke rumah saja?” serentetan pertanyaan itu aku lontarkan pada Sari ketika aku sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Istri nampaknya sudah tidak ada rasa cemburu dan curiga lagi setelah aku jelaskan tadi. Nampaknya ia sudah tidak sabaran lagi. “Oh, itu tadi teman lamaku yang baru pulang dari Jakarta. Iapun seolah mengikuti gerakan mulutku dengan mempercepat gocokan mulutnya pada rudalku yang terasa hampir muncrat. Kerinduan kami selama 10 tahun betul-betul terobati malam itu, bahkan kami mencetak sejarah hidup yang sulit terlupakan lagi.




















