Kuarahkan lagi pandangan ku kejalan raya supaya tak terjadi apa-apa.Setibanya di Supermarket mobil aku parkirkan ditempatnya dan kami pun berjalan menuju kedalam supermarket sambil bergandengan, Mami lina mengait tanganku untuk digandolinya, faktor ini telah biasa bagi kami, tapi hari ini darah ku berdesar-desar saat bergandengan tangan dengan Mami Lina, bagaimana tak berdesar, yang sedari tadi dalam fikiran ku terlintas terus lekukan buah dada Mami Lina saat ini tersenggol-senggol tentang siku kiri ku seirama dengan gerakan langkah kami selagi menuju kedalam Supermarket. Sambil menggandul ditanganku Mami Lina berdiri dan merapatkan badannya disisi badan ku langsung meletakkan wajahnya di bahu kiri ku sambil bergumam
” Mami pusing Ren.. Bokep Jilbab/Hijab “ahhkk…. Mam….., Mami menikmatinya Ren ……. Aku pun menyetujui dan langsung mengarahkan mobil ke rumah Mami Lina. Aduhh… enak sekali…. Kami jalan “, sapa Mami Lina yang telah keluar dari kamarnya, dan akupun meraih remote TV untuk mematikan TV, sambil bangun




















