Tidak digubrisnya teriakkanku malah dengan liarnya kedua kakek ini secara bergantian mengenjot vagina ku dengan cepat.“Oohhh….aahhhhh….ampun, Kek…..ampun, Kek.” teriakku sambil kuremas seprei karena menahan sakit.Tiba-tiba rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara. Kemudian kakek Jajang mencabut penisnya dari mulutku, dan dia menyuruhku merebahkan dirinya di dada kakek Heru. Bokep Family Namaku Sari berumur 20 tahun, tempat tinggalku di daerah Jakarta Timur. Kudekap kepala kakek Heru karena tak tahan aku menahan libidoku yang sudah memuncak.“Aaahhhhh……aahhh…….” teriaku karena vaginaku mulai basah.“Wangi dan manis cairan vaginamu.” puji kakek Heru.Sedang asyiknya aku dan kakek Heru bercumbu; tiba-tiba ada suara….”Sedang apa kalian ?”Ternyata suara kakek Jajang……”Sini, Kek.” ajakku.Lalu kakek Jajang melepaskan kaos dan celananya hingga telanjang bulat. Dengan segera kurubah posisiku.“Jilat vaginaku, Kek.” kataku ke kakek Jajang dan sambil aku mengulum penis kakek Heru.




















