“Eh.. Kugenggam pergelangan tangannya, menuntunnya ke batang kemaluanku yang mulai tegang tak karuan. Bokep “Yah, baik-baik saja. ahggh.. Waktu itu aku sedang sendiri. sori aku sedikit emosi.”
“Hmm.. “Ah.. “Okay.. “Ray, aku tidak mau begini.”
“Nia, please..” kukecup bibirnya, sama sekali tidak merasakan penolakannya. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. “Ah.. uh.. uh.. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. Kuangkat tubuhku, menatap kemaluanku yang mulai agak lemas. Kamu?”
Lalu Nia bercerita tentang bagaimana ia setelah lulus SMU, berangkat ke Jakarta untuk meneruskan kuliah D1 di sebuah universitas negeri di sana. Kan belum masuk?” kudengar Nia berbisik protes. Mmm..” Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku.




















