Aku membiarkannya meskipun aku merasakan kehangatan ketika kulit kami bersentuhan secara tidak sengaja sedangkan Mila masih dalam tangisnya, saat itu juga aku mendorong pelan kepalanya dan berkata ” Ya sudah aku pulang dulu.. ” Aku berhenti sejenak dan memandangi wajah Mila yang sudah dapat di lihat kalau dia sudah di penuhi oleh nafsu yang memuncak.Kemudian aku bopong tubuh Mila ke dalam kamarnya, di sana aku melihat kasur yang sudah rapi dengan bantalnya. Bokeb Karena pintu itu juga aku dapat bebas keluar masuk pada rumah Mila dengan cara menyelinap, tanpa sepengaetahuan orang lain aku sering masuk kerumahnya.Awalnya Mila menghampiri aku ketika aku sedang duduk santai di depan rumah. Terus aku membuatnya merasa geli dengan kumisku, Mila berbisik sambil mendesah padaku ” Pak..




















