Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. Bokeb Kenakalanku paling besar hanyalah minum tomi (topi miring in case you’re wondering) dan sedikit magadon, waktu acara naik gunung di SMA. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Aku turuti. “Dereng mas, jogja ya? SEkarang aku sedikit meremasnya. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi. Aku terus menggerakkan jariku. Kali ini tanganku lebih berani. Tidak berasa memang. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku.“huuuuu,” para penumpang menyahut serentak. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Aku merasakan lipatan vertikal. Benar-benar basah. Sekali dalam seumur hidup.Aku beranjak di tengah




















