Aku memekik dan mulai menangis. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Vidio XNXX pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Aku nggak marah kok. Mukaku terasa panas. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus




















