Permintaan Eksanti memang masuk akal. Bokep Indo Oocch, memandang kejantananku saja sudah cukup memberinya semangat baru. Aku memilih sekaleng coca cola kesukaanku. Rasa yang amat kontras ini -panas dan dingin- menambah rangsang baru di diri Eksanti. Lalu aku mencium tengkuknya. Yoga sendiri, walaupun masih sangat mencintai Eksanti, namun belum memiliki keberanian untuk datang menemui Eksanti kembali. Dengan segenap kekuatanku, aku sanggup memutar tubuh rampingnya dengan cepat. Aku mengatakan, “Nggak masalah, Santi “, lalu ikut menyusulnya ke pantry yang terletak di bagian belakang kamarnya.Aku berdiri di pintu pantry dengan sekaleng coca cola dingin di tanganku, melihat Eksanti sibuk mencuci sayuran segar untuk pelengkap nasi gorengku nanti, di sebuah pinggan keramik bermotif ikan-ikan kecil warna-warni. Sebaliknya, setengah jam kemudian kami telah terlihat bergumul di kamar tidur. Semakin spontan. Sambil mengerang, Eksanti membuka kedua pahanya lebih lebar lagi, meletakkan tumit-tumitnya di pinggir meja.




















