Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Bokep Barat Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Malam semakin larut. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Dia punya usaha untuk hidup. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Polos sekali. Aku langsung ingin mengutuk diri. Adakah yang lebih tabah dari aku? “Terima kasih banyak, Pak. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah.




















