“Ya, Kak.., Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Aku ketagihan. Bokep Montok Ternyata dia pernah bersekolah sampai tamat SMP. Jantungku berdebar kencang. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. Celana seragamku aku rendam di kamar mandi.Aku menuju dapur, lalu makan bersama Kak Tina. Bu Rochim pulang.Serentak kami berdiri. Perlahan kutekan dadanya, tetap tidak ada reaksi. Saat tidur aku merasa ingin pipis. Aku? Kak Tina tetap tak sadar. Aku salah tingkah. Karena dia tidak pernah menyinggung hal itu, aku biarkan saja.Sampai satu hari kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi. Kak Tina pasti sedang merapikan dirinya. Dia tetap tenang. Kak Tina merapikan bajunya. Untung sisanya telah mengering. Bu Rochim mencemaskan keadaannya. Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. Ini bacaan orang besar”. Kurasakan detakan jantung Kak Tina kencang, seirama dengan detak jantungku.




















