Akupun tampaknya terlena juga. Film Porno Secara tidak sengaja aku menemukan amplop kecil di atas meja belajarnya. Lama tidak bergerak dari tempatku berdiri. Dengan suara seadanya aku mendesis, “Oh, Mbak kok sudah pulang.” Tidak kusangka Mbak Yati tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku. Aku hanya bengong saja. Aku terlentang di sampingnya. Dan kulepas semua pakaiannya, terakhir adalah celana dalamnya. Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang kewanitaannya.“Nan, masih perawan nggak, aku masukin ya?” pintaku. Aku pura-pura terkejut ketika kulepas handukku dari kepalaku.“Oh, Mbak Yati, kirain siapa,” Aku sengaja membiarkan kemaluanku tidak kututupi, ada perasaan bangga mempertontonkan kemaluanku disaat sedang gagah-gagahnya.“Dik Windu, datang kok nggak bilang-bilang,” bicaranya cukup tenang, seakan-akan tidak melihatku aneh. Nani, anak Mbak Yati, memang manis dan supel. “Ini kesempatan,” pikirku.Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Yati mendatangi kamarku. Sambil tanganku terus meremas-remas payudaranya.










