Kulepas handuk Dodi dan aku menaiki tubuhnya sembari memeluknya.“Kita ulangi, Ma?” katanya lembut seperti mengejekku.“Kamu yang memulai, sayang. Ntar mama jadi mau lagi. Link Bokep karena pembantu akan pulang pukul 17.00.Sepanjang jalan kami tersenyum dan kami bercerita tentang apa saja. “Aku ingin menikahimu, sayang…” katanya.Aku diam saja. Usai makan, kami langsung mencuci mulut dan menyabun tangan kami di kamar mandi.“Ma, aku sudah gak tahan,” katanya merengek, persis rengekan anak SD.Aku tersenyum. Setelah mobil masuk ke dalam garasi, pintu garasi langsung kami tutup. Entah apa yang dipijaknya, Dodi terpeleset, hingga menimpa tubuhku dari atas. Aku meraih tengkuknya dan mencium pipinya dengan kasih sayang, agar dia tetap semangat.




















