“Kamu seperti berakhir menangis, mengapa sell?” Tanyaku. Namun Gisell tampak santai dengan kehadiranku.Gisell juga menawarkan sejumlah pakaian dan celana pendek guna ku pakai tidur, sejumlah milik Ayahnya yang ukurannya tidak jauh bertolak belakang denganku. Bokep Indo Live Besok pagi baru pulang. Aku juga tidak berani untuk tidak sedikit bertanya. Aku juga mendekapnya dengan sarat kelembutan.Perlahan aku bangkit masih dengan memeluk Gisell. Bagaimana?”Ia pun mengamini ideku. Aku tidak banyak menjauhkan diri ketika ia sedang menelpon sesudah aku tutup pulang kap mesinnya.Tidak lama kemudian, “Ini mass… Terima kasih tidak sedikit ya. “Enggak apa apa kok, udah biasa banget nyetir jam segini, namanya pun supir hehehe…” jawabku santai. Saya bingung pun kalau liatnya ditempat gelap dan hujan deras gini…” Jelasku singkat.




















