Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. Bokep 18 Di saat break aku pergunakan waktu yang ada untuk menemui Ananda bersama ke dua orang tuanya. “Banyak cerita di kampus yang mengatakan, kalau kamu orangnya cukup lembut setiap menghadapi cewek” tambahnya lagi. “Makasih pa, Ma..” teriaknya sambil mencium pipi Papa dan Mamanya. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut Ananda mengatakan itu.“Papa dan Mama sempat memuji, kalau kamu orangnya bisa menghargai seorang wanita” terangnya lagi. “Sudah dong Diet.. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. “Aku sudah banyak menceritakan tentang dirimu kepada Papa dan Mama, makanya mereka percaya kalau aku pulangnya bersama kamu” terang Ananda meyakinkan aku.




















