Aq meringis merasai sentuhan kulit jarinya. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Bokep Mom Aq makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.Halo..! Aq tdk berpakaian kini. Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh. Jakarta yg panas membuatku kegerahan di dalam angkot. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.Mau dipijat atau mau baca, ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
Ayo tengkurep..!Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Mobil melaju. Si Anis, yg tadi. Aq berhasil.Ini.., kutunjuk pangkal pahaku.Besok saja Sayang..! meloncat begitu saja katakata itu.Aq belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Tetapi aq masih betah di dalam angkot ini.




















