Kadangkadangketimun. Tetapi berlari. Bokep China Lalu pijitan turun ke bawah. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokandepan, kurang lebih 100 meter lagi. Jari tangan mulai dingin. Adacairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayangbayang wanita yang dilehernya ada keringat. Baunya memang agak lain,tetapi mampu membuat seorang bujang menerawanghingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.Dik.., jangan dibuka lebar. Apakah suarakumengganggu ketenangan mereka?Pelanpelan suaranya kan bisa Dek, sang supirmenggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat.Satu dua, satu dua. Betisnya mulus ditumbuhi bulubuluhalus. Agar kejadian kemarinterulang. Lalu pijitan turun ke bawah. Aku masih di atas angkot.Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku.Masih menutupi diri dengan tabloid. Ia menekannekan agak kuat. Ini kesempatankedua. Tidak lama wanitaitu mengetuk langitlangit mobil. Ia tepatberada di tengahtengah. Paling tidak ada untungnya juga ibu menyuruhbayar arisan.Mbak Wien.., gumamku dalam hati.Perlu tidak ya kutegur? Ia tidak bercerita apaapa.










