Aaaghhh KinikmaaatttKi.Ki.terussss. Tanpa terasa penisnya bergeliat dan iapun membetulkan posisi penisnya itu, ia tidak dapat melihat kemaluan nyonyanya itu karena posisi duduk nyonyanya yang bersimpuh. Bokeb vaginanya kembali basah oleh lahar kenikmatannya. Dewi terhenyak kaget atas penjelasan orang tersebut, darimana orang tersebut bisa tahu jalan pikirannya saat sekarang ini, kemudian Dewi segera mengiyakan bahwa dia akan mendatangi tempat orang itu siang ini juga, yang di iyakan oleh orang tersebut, dan orang tersebut menjamin bahwa setelah Dewi diobati olehnya, kemaluannya akan lebih enak dipakai atau dirasakan oleh suaminya. Keluaaaar lagi oooohhh. Posisi tubuh Dewi sekarang ini menungging di hadapan Ki Jaya dengan kepala rebah di bale dan pantat yang terangkat, dan kedua kaki yang mengangkang, sehingga kemaluannya terpampang jelas di hadapan Ki Jaya. Iyach..Ki..di lanjutkan saja pengobatannya, jawab Dewi sambil penasaran bagaimana caranya Ki Jaya mengobati rongga dalam lubang vaginanya. Perlahan dengan pasti pentungannya bergeliat menyaksikan pemandangan tersebut,




















