Kuangkat sisi tubuhku, memeluk belakang lehernya dengan telapak tanganku. Saat itu aku menjadi panik. Bokep Montok Kubaringkan dia di jok belakang, sambil terus menekan dadaku, memastikan dia tidak banyak bergerak. “Nia.. “Ray.. Kugandeng tangannya keluar dari Gramedia. ah.. Nyaris tidak ada. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku. nnggh..” kunikmati gerakan tulang punggungnya yang terangkat. Kamu?”
Lalu Nia bercerita tentang bagaimana ia setelah lulus SMU, berangkat ke Jakarta untuk meneruskan kuliah D1 di sebuah universitas negeri di sana. Kuremas lubang kemaluanya sambil tertawa. Enni tidak mau lagi mendengar alasanku. ahggh.. ah.. “Ray.. It’s okay,” emosiku sedikit mereda. nikmatnya..” Nia mengeluh kecil saat kulepas kaitan BH-nya. “Ah.. Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. Waktu itu aku sedang sendiri. Kuangkat sisi tubuhku, memeluk belakang lehernya dengan telapak tanganku. Ah, lumayan segar. “Ngga ah..




















