Aku mulai tertarik karena Hendrik sebagai anak kost bersedia membantu Ayah, Ibu dan Aku, selain karena dia cerdas. Dia tak pernah mengulangi permintaannya yang bagiku nyeleneh itu.Satu permintaan nyelenehnya lagi adalah waktu Aku, seperti biasa, hendak melepaskan ketegangannya dengan mengonaninya. Bokep China Diciuminya seluruh wajahku, lalu leherku. Jujur saja, Aku juga mulai menyayanginya. Tapi semuanya Aku jawab sama, cuma berteman, Aku belum ingin terikat. Aku ingin menjadi seorang Ibu.Tahun-tahun pertama masa perkawinanku memang membuatku bahagia. Dia begitu sibuk mengurus usahanya sampai “lupa” mencari calon isteri. Mereka masih menganggap hubungan kami sebagaimana kakak beradik. Sampai akhirnya lenganku, sampai atas, serasa diciprati cairan hangat. Kadang Hendrik juga masuk ke kamarku, dengan seijinku. Melihat sesungguhnya, bukan hanya gambar. Matanya tajam menatapku.




















