“Kamu akan melakukannya sekarang? Bokep India Canda itu membuat kami serasa sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. “Tenang,” bisiknya. Ajak aku ke rumahmu.” Aku terkesiap. Batang kemaluanku melemas dengan sendirinya. Aku tersenyum dan mengangguk. Satu kejapan mata kemudian, kurasakan sebuah kerinduan.,,,,,,,,,,,,,,,, Belum.. Lembut. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga. Ketika kuhampiri, ia tersenyum padaku. Teruskan.” Aku tak tahu apa maunya sebenarnya. “Jangan ! Lumayan juga penghasilanmu.”
“Cukup untuk seorang diri.”
“Let’s see. Kutekan lagi pinggulku lebih kuat. “Apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanyaku lirih. Kupikir, mungkin masih ada kesempatan bagiku memperbaiki keadaan sebelum ia turun dari mobilku. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Ia menjambak rambutku. Lengannya terulur lagi, kali ini menarik zipper celanaku ke bawah. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama.




















